Hasil dan Pembahasan
Berikut ini adalah
hasil dan pembahasan dalam penelitian ini:
Tabel di atas
menunjukkan besar DPK, LDR, NPL, dan perubahannya, milik Bank Mandiri tahun
2008 – 2012. DPK Bank Mandiri terus mengalami peningkatan sepanjang tahun 2008 hingga
2012, dan peningkatan terbesar dialami pada tahun 2012 yaitu sebesar 60.664
Milyar Rupiah. Jumlah pinjaman dari simpanan (LDR) Bank Mandiri juga terus
meningkat, dan peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2011 sebesar 6,50%.
Meski terdapat peningkatan DPK dan LDR dalam kurun waktu lima tahun, Bank
Mandiri mampu untuk terus menurunkan kredit bermasalah yang dimilikinya (NPL),
penurunan NPL terbesar terjadi pada tahun 2009 sebesar 1,9%.
Berdasarkan tabel di
atas dapat diketahui bahwa Bank Mandiri telah dengan bijak mengatur proporsi
DPK untuk menyalurkan kredit karena Bank Mandiri memiliki kredit bermasalah
yang kecil, bahkan NPL Bank Mandiri adalah NPL terkecil dari Bank BUMN lainnya
pada tahun 2012.
Tabel di atas
menunjukkan besar DPK, LDR, NPL, dan perubahannya, milik Bank Negara Indonesia
tahun 2008 – 2012. DPK Bank Negara Indonesia terus mengalami peningkatan
sepanjang tahun 2008 hingga 2012, dan peningkatan terbesar dialami pada tahun
2011 yaitu sebesar 36.921 Milyar Rupiah. Jumlah pinjaman dari simpanan (LDR)
Bank Negara Indonesia mengalami fluktuasi, bahkan pada tahun 2009 LDR mengalami
penurunan sebesar 4,50% dan kembali mengalami peningkatan sebesar 6,10% pada
tahun berikutnya. Peningkatan ini tidak sebesar peningkatan LDR tahun 2012
yaitu sebesar 7,10%. Meski mengalami fluktuasi LDR, NPL Bank Negara Indonesia
terus mengalami penurunan, dan penurunan terbesar terjadi pada tahun 2012
yaitu sebesar 0,80%.
Dari tabel di atas
kita dapat mengetahui bahwa Bank Negara Indonesia selalu berusaha mengendalikan
jumlah penyaluran kredit agar kredit bermasalah terus berkurang dengan
mengurangi pinjaman dari tabungan yang ada jika dianggap kredit bermasalah
terlalu tinggi, kemudian kembali menyalurkan kredit dari tabungan setelah
dianggap bahwa kredit bermasalah berkurang.

Tabel di atas
menunjukkan besar DPK, LDR, NPL, dan perubahannya, milik Bank Rakyat Indonesia
tahun 2008 – 2012. DPK Bank Negara Indonesia terus mengalami peningkatan
sepanjang tahun 2008 hingga 2012, dan peningkatan terbesar dialami pada tahun
2010 yaitu sebesar 77.724 Milyar Rupiah. Jumlah pinjaman dari simpanan (LDR)
Bank Rakyat Indonesia mengalami fluktuasi, bahkan pada tahun 2010 LDR mengalami
penurunan hingga 5,71% dan kembali mengalami peningkatan sebesar 1,03% pada
tahun berikutnya. Peningkatan LDR tertinggi terjadi pada tahun 2012 yaitu
sebesar 3,65%, namun peningkatan ini tidak sebanding dengan penurunan yang
terjadi pada tahun 2010 tadi. NPL Bank Rakyat Indonesia mengalami fluktuasi
dengan adanya peningkatan NPL sebesar 0,72% pada tahun 2009. Namun NPL yang
tinggi pada tahun 2009 mampu ditekan hingga 0,74%.
Berdasarkan tabel di
atas, kita dapat mengetahui bahwa setelah terjadi peningkatan NPL tahun 2009,
Bank Rakyat Indonesia berusaha menekan jumlah pinjaman dari tabungan pada tahun
berikutnya. Dan setelah NPL mampu diturunkan, Bank Rakyat Indonesia secara
perlahan mulai meningkatkan pinjaman dari tabungan pada tahun-tahun berikutnya.

Tabel di atas
menunjukkan besar DPK, LDR, NPL, dan perubahannya, milik Bank Tabungan Negara
tahun 2008 – 2012. DPK Tabungan Negara terus mengalami peningkatan sepanjang
tahun 2008 hingga 2012, dan peningkatan terbesar dialami pada tahun 2012 yaitu
sebesar 18.698 Milyar Rupiah. Jumlah pinjaman dari simpanan (LDR) Bank Tabungan
Negara mengalami fluktuasi, bahkan cenderung menurun setiap tahunnya terlebih
pada tahun 2011 yang penurunannya mencapai 5,86%, sedangkan LDR terrtinggi
terjadi pada tahun 2010 sebesar 108,42% dengan peningkatan sebesar 7,13%. NPL
Tabungan Negara juga mengalami fluktuasi bahkan pada thun 2012 mengalami
peningkatan sebesar 1,34% sehingga NPL Bank Tabungan Negara mampu menyentuh
angka 4,09%.
Dari tabel di atas
kita dapat mengetahui bahwa Bank Tabungan Negara memiliki DPK yang paling
sedikit jika dibandingkan dengan DPK Bank BUMN lainnya. Namun, Bank Tabungan
Negara menyalurkan pinjaman dari tabungan dalam jumlah yang sangat besar bahkan
terbesar dari Bank BUMN lainnya. Jika kita melihat perubahan LDR dan NPL Bank
Tabungan Negara, kita akan tahu bahwa Bank Tabungan Negara sulit mengendalikan
kredit bermasalah yang dimiliki. maka tidak salah mengapa pada akhir tahun 2012
kredit bermasalah milik Bank Tabungan Nasional mencapai angka 4,09% (sudah
mendekati 5%).
Kesimpulan
Berdasarkan hasil
pembahasan dan analisa data yang dilakukan, maka dapat dirumuskan kesimpulan
sebagai berikut:
1. Kebijakan kredit yang dikeluarkan
oleh pihak manajemen bank diperlukan untuk menentukan jumlah DPK yang dapat
disalurkan bank melalui pinjaman atau kredit dan mengendalikan jumlah kredit
bermasalah. Dalam menyalurkan kredit, bank perlu menentukan kebijakannya dengan
baik. Menurut Fitria dan Sari (2012), kebijakan pemberian kredit menggunakan
konsep dengan prinsip 5C yaitu Character, Capacity, Capital, Collateral, dan Condition.
2. Peningkatan jumlah DPK pada bank
cenderung meningkatkan LDR dan menurunkan NPL. Hal ini menunjukkan bahwa
semakin banyak jumlah dana yang dihimpun bank dari masyarakat, semakin banyak
pula proporsi dana tersebut yang disalurkan kembali kepada masyarakat dalam
bentuk pinjaman atau kredit, serta semakin berkurangnya kredit bermasalah yang
dihadapi oleh bank. Untuk menghindarkan NPL yang tinggi dari penyaluran kredit
yang tidak efisien, perlu dipertimbangkan alokasi dana yang efisien seperti
penyaluran kredit yang dapat memberikan return yang tinggi dengan NPL yang
rendah (Utomo, 2008).
3. Hubungan antara DPK, LDR, dan NPL
yang disimpulkan diatas adalah tidak absolut. Banyak faktor-faktor lain yang
dapat mempengaruhi hubungan tersebut. Menurut Perry Warjiyo (2004), dalam
kenyataannya perilaku penawaran kredit perbankan tidak hanya dipengaruhi oleh
dana yang tersedia yang bersumber dari DPK (Dana Pihak Ketiga), tetapi juga
dipengaruhi oleh persepsi bank terhadap prospek usaha debitur dan kondisi
perbankan itu sendiri seperti permodalan atau CAR (Capital Adequacy Ratio),
jumlah kredit macet atau NPL (Non Performing Loan),
dan LDR (Loan Deposit Ratio) (Irma, 2011) .
.Tabel 1.3. Perbandingan Pangsa
Perbankan Syariah Terhadap Total Bank
Islamic Bank(Des
2010) Total Bank Islamic Bank(Des 2011-Jan 2012) Total Bank
.Total Asset 49,56
2.14% 2,310.60 66,09 2.61% 2,534.10
.Nominal Share
Nominal Share
.Deposit Fund 36,85
2.10% 1,753.30 52,27 2.65% 1,973.00
.Credit Financial
.Extended 38,20 – –
46,88 – -
.FDR/LDR 103.66% –
– 89.70% – -
.Sumber : BI, Statistik
Perbankan Syariah, Januari 2012
.Pada tabel 1.3
dapat kita bahwa pangsa perbankan syariah meningkat jika dibandingkan dengan
tahun 2011 pada bulan yang sama, yaitu asset menjadi 2.61% meningkat sebesar
0.47% , Deposit Fund atau DPK juga mengalami pertumbuhan menjadi 2,02%,
meningkat 0,24%. hal ini menunjukkan kinerja dan potensi perbankan syariah
mengalami perkembangan yang baik.
.tabel 1.4. Komposisi Pembiayaan Bank
Syariah
.indikasi 2006 2007
2008 2009 2010 2011 2012
.Tabungan IB
.akad
wadiah/musyarokah 73,634 86,708 161,450 209,991 393,765 425,767
.akad mudarabah
157,806 210,182 279,841 282,891 373,693 426,622 472,569
Pada table 1.4 terlihat bahwa persentase
pembiayaan murabahah dengan prinsip jual-beli yang dilakukan oleh perbankan
syariah mendominasi jauh di atas dari pembiayaan mudharabah dan musyarokah.
Pada tahun 2011 terjadi perberdaan terbesar dimana persentase pembiayaan
mudharabah dan musyarokah hanya sebesar 14,36 dan 5,53 persen sedangkan
pembiayaan mudarabah sebesar 70,81 persen. Namun sayangnya, meskipun pembiayaan
dengan prinsip jual – beli selalu mengalami penurun setiap tahunnya namun
jumlah persentasenya tidak pernah kurang dari lima-puluh persen.
.Semestinya,
pembiayaan dengan akad mudharabah dan akad musyarakah harus lebih banyak. Karena
pada akad inilah karakteristik dasar perbankan syariah terbentuk. Kedua akad
tersebut merupakan akad dengan sistem bagi hasil. Perbankan syariah dengan
sistem bagi hasil inilah yang menjadi pembeda dengan bank konvensional.
Sumber:http://dbcgsbipb.wordpress.com/rubrik/artikel-statistika/analisis-statistik-perbankan-syariah-indonesia-januari-2012/
& http://raycarddestion.wordpress.com/2013/07/